Tips Kesehatan

Selasa, 12 Juni 2018

Jangan Cuek dengan Gejala Aritmia yang Terjadi Seperti di Bawah Ini

Sumber : drjantung.com, vogue.com, halosehat.com

Sering sakit kepala atau pusing jangan disepelekan karena bisa jadi bukan hanya sekadar darah rendah atau kelelahan setelah bekerja keras seharian, melainkan bisa menjadi tanda adanya penyakit serius seperti aritmia. Jangan disepelekan, penderitanya bisa tiba-tiba kehilangan kesadaran atau mengalami kematian mendadak akibat detak jantung yang terlalu cepat dan tidak teratur.

Aritmia adalah penyakit jantung yang berupa terjadinya irama detak jantung yang tidak normal. Irama tersebut bisa jadi lebih lambat atau lebih cepat dari pada irama normal jantung yang biasanya sekitar 90-110 per menit. Detak jantung yang lebih cepat disebut dengan istilah takikardia, sementara detak jantung yang terlalu lambat disebut dengan istilah bradikardia.

Aritmia bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok, serta mengonsumsi berbagai jenis minuman beralkohol. Selain itu penggunaan obat-obatan semacam amfetamin dan kokain, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein atau nikotin juga menjadi penyebab aritmia pada beberapa orang.

Kondisi emosional seseorang seperti stres atau kemarahan, juga dapat berpengaruh pada kinerja jantung di mana jantung akan bekerja lebih keras, meningkatkan tekanan darah, dan melepaskan hormon stres. Kondisi dan reaksi semacam ini juga menjadi penyebab aritmia.

Oleh karenanya, mari waspadai gejala-gejala aritmia di bawah ini sebelum terjadi komplikasi yang lebih parah.

  1. Dada berdebar

Berdebar di bagian dada bukan karena sedang jatuh cinta ya, namun merupakan sebuah sensasi yang dirasakan pada area jantung dengan dentuman cukup kuat, cepat dan tidak teratur. Ini tidak hanya bisa terasa di area dada, namun juga bisa dirasakan di leher atau tenggorokan dan terkadang terasa sesak.

  1. Kelelahan

Rasa lelah pada penderita aritmia tak wajar karena bahkan tanpa adanya kegiatan yang padat, tubuh bakal sulit diajak untuk kompromi untuk beraktivitas seperti biasa. Kelelahan yang akut juga bisa datang kapan pun khususnya pada penderita aritmia. Hal ini sebaiknya juga diperiksakan jika sudah muncul juga sejumlah gejala tak wajar lainnya.

  1. Sesak Napas

Sesak napas tak hanya bisa terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit asma. Ketika terjadi gangguan pada jantung, maka ada kemungkinan sesak napas ini menjadi salah satu gejala dari penyakit jantung seperti aritmia. Saat kinerja jantung mengalami gangguan, otomatis pada sistem pernapasan pun demikian sehingga penderita akan sulit menghirup oksigen.

  1. Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan rasa sakit atau seperti tertekan di bagian dada seperti sedang tertusuk-tusuk yang juga dirasakan pada bagian bahu sampai ke tulang rusuk.

Lebih parahnya lagi, rasa nyeri bukan hanya sampai di situ saja. Ada kemungkinan terjadi penyebaran keluhan nyeri di mana ini kemudian berpotensi meluas hingga ke bagian leher, rahang dan bahkan juga sampai ke area tangan. Bila merasakan ketidaknormalan nyeri seperti ini, segera periksa kondisi Anda ke dokter.

  1. Berkeringat

Bukankah seseorang mengeluarkan keringat merupakan hal yang biasa? Keringat berlebih terutama tidak dikarenakan adanya aktivitas padat dan melelahkan ditambah pula dengan fisik yang cepat lelah tanpa sebab pasti merupakan hal yang perlu dicurigai. Ketika tubuh cepat dan gampang berkeringat disertai dengan sejumlah keluhan atau kondisi yang sudah disebutkan, maka bisa jadi jantung Anda mengalami aritmia.

  1. Denyut Jantung Lebih Lambat

Denyut atau detak jantung bisa dibilang lambat bila terjadi hanya sekitar 50 kali denyut setiap menitnya untuk orang dewasa dan juga anak-anak di saat beristirahat atau tidak melakukan kegiatan dan terkenal dengan nama ilmiah bradikardia. Denyut jantung yang lambat ini akan menyebabkan penderita pingsan, sakit kepala atau kelelahan.

Bila Anda mencurigai adanya gejala-gejala di atas sebagai aritmia, selain memeriksakan kondisi kesehatan Anda ke dokter agar segera mendapat penanganan medis, ada baiknya bila ditambahkan suplemen yang membantu melancarkan peredaran darah secara menyeluruh pada setiap organ dalam sistem peredaran darah, seperti Circulan.

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Berada di Kondisi Blue Mind dengan Melakukan Kegiatan Air

  • Yuk Bantu Kurangi Tingkat Polusi Udara di Kota Jakarta!

  • Tips Sehat untuk Kamu yang Tinggal di Kota

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan