Tips Kesehatan

Rabu, 3 Oktober 2018

Waspadai Reaksi Alergi Kulit pada Anak Anda

Sumber : Cherney, K. Healthline journal, WebMD

Alergi adalah respon yang diberikan oleh sistem kekebalan tubuh terhadap benda asing (alergen) yang mengalami kontak langsung dengan tubuh, berupa pembentukan antibodi terhadap alergen tersebut. Reaksi alergi adalah hasil dari proses antibodi tubuh melawan alergen, yang bisa berwujud bersin-bersin, ruam ringan di kulit, batuk, diare, hingga syok anafilaktik yang mengancam nyawa.

Alergi yang biasa dialami oleh orang dewasa ternyata bisa juga dirasakan oleh sang buah hati. Bahkan alergi pada orang dewasa kebanyakan dimulai di usia balita. Munculnya reaksi alergi kulit pada anak disebabkan oleh alergi yang mereka miliki terhadap sumber alergi (alergen), bisa berupa zat atau makanan. Alergi ini biasanya diturunkan di keluarga walau ada juga yang mengalami alergi tanpa memiliki anggota keluarga lain yang mempunyai alergi.

Alergi tergolong umum dialami anak yang berusia di bawah 10 tahun. Sekitar 20 persen anak-anak memiliki berbagai macam alergi, seperti alergi susu (jenis yang paling banyak ditemui), kacang, ikan, telur, serbuk sari, debu, jamur, racun serangga, obat tertentu, bahkan bahan pakaian. Alergi tersebut biasanya akan menghilang seiring anak tumbuh dewasa, namun ada juga yang berkelanjutan hingga dewasa.

Jadi, apa saja sih reaksi alergi yang bisa terjadi pada anak?

Ruam

Ruam biasanya muncul setelah anak menyentuh sumber alergi tertentu, seperti tanaman poison ivy, pohon oak, anting yang mengandung nikel, bahan kimia atau pewarna yang ada di sepatu, kandungan pasta gigi tertentu, dan kosmetik. Beberapa obat yang dioleskan di kulit juga bisa menimbulkan reaksi alergi ruam, misalnya antibiotik jenis neomycin.

Ruam yang muncul akibat alergi biasanya berwarna kemerahan, tebal, bersisik, dan sangat gatal.

Gatal-gatal dan pembengkakan

Reaksi alergi kulit pada anak yang hampir serupa dengan ruam adalah munculnya benjolan merah di kulit anak. Benjolan ini bisa bertahan selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan bisa tiba-tiba muncul atau hilang selama beberapa hari tanpa penyebab yang jelas. Gatal-gatal biasanya, dan hampir selalu, diikuti dengan pembengkakan pada area kulit yang lembut, seperti mata, mulut, dan kemaluan.

Beberapa alergen yang menimbulkan reaksi alergi ini pada kulit anak, antara lain gigitan atau sengatan serangga, bahan lateks, ludah atau bulu binatang, antibiotik, infeksi virus, dan makanan seperti susu, telur, kacang, dan boga bahari (seafood).

Eksim

Eksim terjadi pada sekitar 1 dari 10 bayi di seluruh dunia. Gejala ini biasanya diawali dengan kemunculan ruam di area wajah atau kepala, dan bisa menyebar ke area tangan atau perut. Gejala lain yang mengikuti eksim antara lain kulit yang kering, tebal, gatal, dan mudah teriritasi atau terinfeksi.

Alergen yang bisa memicu eksim adalah keringat, udara kering, bahan yang kasar, sabun, atau deterjen. Telur, kacang, dan susu sapi adalah beberapa contoh makanan yang juga bisa memicu eksim. Inilah sebabnya eksim juga sering dialami oleh orang yang memiliki alergi makanan.

Jika sang buah hati pernah mengalami salah satu jenis alergi kulit pada anak di atas, segera temui dokter untuk memastikan jenis alergi apa yang dimiliki oleh anak serta cara mengatasinya. Mengetahui kedua hal ini bisa mengurangi risiko reaksi syok anafilaksis yang bisa berujung kematian, khususnya pada pemilik alergi makanan.

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Ketahui dan Waspadai 5 ‘Pembunuh’ Utama Pada Pria Lansia Berikut Ini

  • 8 Manfaat Tersembunyi Pasta Gigi

  • Ubah Kebiasaan Sehari-hari, Memutuskan Rantai Resiko Penyakit Genetikal

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan