Tips Kesehatan

Kamis, 4 Oktober 2018

Waspadai Bahaya Merkuri yang Terkandung pada Ikan yang Kita Makan

Sumber : www.sains.kompas.com, www.viva.co.id, www.rappler.com

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi mengatakan, “Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan!”

Ibu Susi mengatakan demikian, karena hingga saat ini pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap sumber pangan hewani masih rendah, jika dibandingkan dengan pangan nabati. Makanya, konsumsi protein hewani perlu terus ditingkatkan.

Lalu, kenapa ikan? Karena ikan merupakan salah satu bahan makanan yang absorbsi proteinnya lebih tinggi daripada produk hewani lain seperti ayam dan daging sapi. Walaupun menjadi bagian penting dari pola makan sehat, sebagian jenis ikan ternyata berkemungkinan mengandung merkuri dalam kadar tinggi yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Tragedi Minamata di Jepang adalah salah satu contoh kasus keracunan merkuri paling berbahaya di dalam sejarah.

WHO menyatakan merkuri sebagai salah satu dari 10 bahan kimia peringkat teratas yang menyebabkan gangguan kesehatan. Merkuri sendiri adalah bahan yang secara alami terdapat di tanah, air, dan udara. Merkuri yang terdapat pada udara (yang berasal dari asap pembakaran pabrik) akhirnya akan mengendap dalam air. Kandungan merkuri di dalam air inilah yang kemudian akan menumpuk di ikan, hewan pemakan ikan dan kerang yang kemudian dikonsumsi manusia.

Dalam kadar tinggi, kandungan merkuri dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, paru-paru, jantung, ginjal, serta otak. Pada janin, bayi, dan anak kecil, paparan methylmercury pada pembuluh darah dapat menyerang sistem saraf sehingga menurunkan kemampuan mereka belajar dan berpikir. Oleh karena itu, kelompok wanita yang ingin hamil, ibu hamil dan ibu menyusui harus mengetahui informasi tipe ikan yang mereka konsumsi. Padahal kandungan omega-3  justru sangat baik untuk kesehatan ibu hamil dan menyusui. Ikan menjadi bagian penting dalam pola makan sehat, juga bagi balita hingga orang dewasa.

Ikan mengandung nutrisi dan protein dalam kadar tinggi, sekaligus asam lemak omega-3 dan kadar lemak jenuh yang rendah. Ini membuat ikan menjadi bahan makanan ideal untuk kesehatan jantung dan pertumbuhan tubuh. Meski begitu, pemilihan ikan untuk dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Saat seseorang mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri, racun tersebut tidak berhenti mengendap di tubuhnya. Merkuri dalam ikan yang dikonsumsi manusia kemudian akan keluar dari tubuh melalui ASI, urine, atau tinja. Namun merkuri dalam kadar tinggi yang terkandung di tubuh membutuhkan setidaknya setahun hingga tubuh bersih dari kandungan bahan kimia tersebut sejak konsumsi ikan dihentikan.

Bahaya merkuri pada manusia, terutama keracunan methylmercury, dapat dikenali dari tanda-tanda di bawah ini:

  • Penurunan koordinasi anggota tubuh.
  • Otot lemas.
  • Gangguan pada sistem indera perasa .
  • Gangguan pada penglihatan perifer (lapang pandang samping).
  • Ketidakmampuan berjalan, mendengar, dan berbicara.

Hindari atau batasi konsumsi ikan yang berpotensi mengandung merkuri dalam kadar tinggi. Makarel, tuna putih/albacore, hiu, dan todak adalah sebagian jenis ikan yang dapat mengandung merkuri berkadar tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan omega-3, Anda dapat mengonsumsi Nature EPA yang berasal dari ikan yang kaya omega-3 dan sudah melalui proses panjang untuk memastikan kandungannya murni dan bebas merkuri. Tidak kalah penting, batasi atau hindari konsumsi ikan mentah, terutama untuk ibu hamil ya.

 

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Non-exercise Activity Thermogenesis, Solusi Bagi Anda Pekerja Kantoran

  • Benarkah Laut Kita Sudah Menjadi Karsinogenik?

  • Zat Gizi yang penting untuk Ibu Hamil

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan