Tips Kesehatan

Kamis, 31 Mei 2018

Ngantuk Terus-terusan Saat Puasa? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sumber : lifestyle.kompas.com, health.detik.com, Fitnessspotlight, alodokter.com

Apa yang biasanya Anda lakukan setelah makan sahur? Sholat subuh lalu tidur lagi. Pasti jawaban kebanyakan orang seperti itu. Sudah lumrah sepertinya rasa kantuk menyergap saat perut sudah kenyang. Namun sebaiknya Anda melakukan kegiatan setelah sahur dan beribadah karena akan lebih membawa kesehatan untuk tubuh secara keseluruhan.

Siang hari juga merupakan saat yang rawan mengantuk.

Menurut dr. Ulul Albab dari Ikatan Dokter Indonesia, bukan hanya kurang tidur yang menjadi penyebabnya, tapi juga karena metabolisme tubuh yang berubah. Sebagian besar penyebab mengantuk yang teramat sangat adalah menurunnya kadar glukosa dalam darah yang membuat otak sulit berkonsentrasi. Setelah energi yang dihasilkan oleh makanan sudah menipis, maka hati akan mengeluarkan cadangan glikogen yang disimpan untuk membantu memberikan energi bagi tubuh sehingga otak dan sistem tubuh lainnya bisa bekerja maksimal. Jika cadangan energi di tubuh tidak cukup untuk memberikan energi tambahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, maka tubuh akan merasa lemas dan terjadi penurunan kadar gula darah, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang merasa mengantuk.

Lalu bagaimana bila rasa kantuk terus mengikuti bahkan sepanjang hari? Hal tersebut bisa jadi bukan karena Anda mengantuk, tapi karena kelelahan, atau biasa dikenal dengan istilah fatigue. Fatigue adalah rasa lelah kehabisan tenaga hingga ingin beristirahat, dan istirahat di sini berbeda dengan tidur.

Mengantuk berlebihan juga harus dibedakan dengan perasaan tertekan atau depresi. Mereka yang merasa tertekan tak mau melakukan aktivitas, bahkan yang sebelumnya menggembirakan. Mengantuk berlebihan bukanlah penyakit tersendiri. Kantuk berlebih dapat disebabkan oleh banyak hal, atau bisa juga disebabkan oleh penyakit-penyakit tidur yang lebih serius. Yang pertama perlu dibedakan adalah apakah kantuk ini bersifat normal atau patologis. Normal jika memang disebabkan oleh kurangnya durasi tidur. Masyarakat modern memang tak memprioritaskan tidur, konon demi produktivitas. Akibatnya, kesehatan tidur tak diperhatikan. Selain mengorbankan waktu tidur, banyak kebiasaan-kebiasaan kita yang sebenarnya tak sehat bagi tidur. Koneksi internet, cahaya 24 jam, minuman berkafein, berolah raga di malam hari, dan lain-lain.

Sementara itu, mengantuk yang tak normal adalah rasa kantuk yang masih ada walau tidur telah rutin cukup. Penyakit tidur yang bisa menjadi penyebab adalah sleep apnea, periodic limb movements in sleep atau narkolepsi. Sleep apnea atau mendengkur paling banyak diderita, tetapi diabaikan karena penderitanya hanya tahu dia bangun tak segar dan mengantuk berlebihan tanpa tahu apa yang ia alami sepanjang malam. Hanya dari orang lain, biasanya pasangan, ia tahu dirinya mendengkur.

Cara mengatasi kelelahan yang tidak normal tersebut bisa dengan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum yang memberikan energi stabil sepanjang hari. Selain itu, jangan lupa mengonsumsi Tara Relaxan 2 jam sebelum waktu istirahat Anda, agar istirahat menjadi optimal dan Anda pun bangun dengan tubuh segar bugar.

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Jangan Cuek dengan Gejala Aritmia yang Terjadi Seperti di Bawah Ini

  • Bau Mulut Saat Berpuasa? Ini Tips Menghindarinya!

  • Apakah Anda Salah satu Pelaku Gaya Hidup Sedentary?

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan