Tips Kesehatan

Rabu, 28 November 2018

Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang dari Perceraian pada Anak

Sumber : keepo.me, Nakita.com, liputan6/news.com

Berita perceraian antara Gading Marten dan Giselle baru-baru ini tentu sudah terdengar seantero Indonesia. Banyak masyarakat yang kaget tidak percaya dan menyayangkan perceraian sepasang suami istri yang selalu tampak mesra ini. Selain karena selalu mesra, pasangan Gading-Giselle juga telah memiliki seorang puteri cantik bernama Gempita. Gempita yang masih balita tentu tidak mengerti apa arti perceraian. Namun tentu ada efek yang mungkin saja bisa dirasakan oleh Gempita akibat dari perpisahan orang tuanya. Ada dua efek yang mungkin bisa saja terjadi; efek jangka pendek dan jangka panjang. Apa saja efeknya? Kita lihat yuk di bawah ini:

  1. Gangguan kecemasan

Dampak perceraian menyebabkan anak menjadi mudah tegang dan cemas. Anak-anak lebih mudah mengalami masalah ini ketimbang remaja. Pasalnya, anak-anak terutama yang masih balita, masih sangat bergantung pada kedua orang tuanya. Anak yang mengalami gangguan kecemasan sulit berkonsentrasi ketika sedang belajar dan kehilangan semangat melakukan aktivitas yang biasanya ia sukai.

  1. Stres berkepanjangan

Menurut American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, banyak anak yang menganggap dirinya sebagai alasan dari perceraian kedua orang tuanya. Hal ini menyebabkan stres dan tekanan dalam diri mereka. Dampaknya, anak jadi sering berpikiran negatif dan mengalami mimpi buruk.

  1. Rewel dan mengalami perubahan mood

Anak-anak bisa mengalami perubahan mood yang drastis dan menjadi rewel, bahkan ketika berada di sekitar orang-orang yang sudah ia kenal. Beberapa bahkan tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan menutup dirinya. Anak menjadi lebih pendiam dan lebih suka menyendiri.

Dampak Jangka Panjang Perceraian pada Anak

Bukan hanya jangka pendek, perceraian juga memiliki dampak jangka panjang terhadap anak. Berikut dampak-dampak tersebut:

  1. Masalah Perilaku dan Sosial

Anak memiliki risiko tinggi mengalami sikap kasar dan anti sosial akibat perceraian orang tuanya. Anak menjadi mudah kehilangan kesabaran dan melakukan kekerasan terhadap orang lain. Jika tidak diatasi, anak bisa memiliki pikiran kriminal, terutama saat remaja.

  1. Masalah pada Hubungan Percintaan

Saat anak tumbuh menyaksikan kegagalan pernikahan orang tuanya, ia jadi ragu dan tidak percaya pada kasih sayang serta harmoni dalam hubungan yang romantis. Alhasil, ia jadi sulit percaya dengan pasangannya sendiri.

  1. Mudah Kecanduan Obat Terlarang dan Alkohol

Obat terlarang dan alkohol sering kali menjadi pelampiasan anak terhadap rasa frustrasi dan kecemasannya ketika sudah remaja. Penelitian menunjukkan, kasus kecanduan lebih tinggi pada remaja yang orang tuanya sudah bercerai. Hal ini berbahaya, karena jika tidak diatasi, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan fisik anak.

  1. Depresi

Rasa sedih dan patah hati akibat perceraian orang tua dapat menyebabkan depresi pada anak. Menurut penelitian, anak yang menyaksikan perceraian kedua orang tuanya memiliki risiko depresi di kemudian hari. Peneliti juga mengatakan bahwa perceraian orang tua sering kali menjadi salah satu faktor risiko gangguan bipolar pada anak.

Melihat begitu banyaknya efek yang bisa terjadi pada anak, ada baiknya perpisahan antara orangtua sebaiknya dapat dihindari. Bila memang perceraian tidak bisa dihindari, pastikan anak tetap mendapatkan kasih sayang kedua orang tua seperti biasa. Yang paling penting, hindari rebut dan bertengkar di depan anak.

 

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Non-exercise Activity Thermogenesis, Solusi Bagi Anda Pekerja Kantoran

  • Benarkah Laut Kita Sudah Menjadi Karsinogenik?

  • Zat Gizi yang penting untuk Ibu Hamil

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan