Tips Kesehatan

Selasa, 5 Desember 2017

Mitos Makanan Penyebab Keputihan Pada Wanita

Sumber : bidanku.com, obatkafe.blogspot.com

Banyak sekali mitos-mitos yang beredar di masyarakat; salah satunya tentang masalah keputihan dan makanan yang memicu keputihan. Wanita mana sih yang mau mengalami keputihan? Pasti tidak ada yang mau ya? Nah agar kita lebih cermat dalam memilih informasi yang masuk, yuk kita simak yang mana yang mitos dan  faktanya, di bawah ini:

1.Nanas

Nanas atau dikenal dengan istilah Ananas comosus, selain sering dikaitkan dengan penyebab keguguran, juga merupakan jenis buah yang selalu dikait-kaitkan dengan kemunculan keputihan. Padahal kemunculan keputihan tidak ada kaitannya dengan buah nanas bahkan nanas banyak megandung vitamin dan serat yang justru baik untuk kesehatan. Nanas juga mengandung asam amino triptophan yang mampu menghindari diri Anda dari depresi selain itu kandungan nanas yang memiliki antioksidan dan berkaroten yang mampu meningkatkan konsentrasi dan mencegah katarak.

  1. Timun

Sebagian besar wanita sangat menghindari konsumsi ketimun. Mitosnya ketimun dapat memicu keputihan, benarkah? Ketimun atau dalam bahasa latin Cucumis Sativus ternyata mengandung kandungan air yang cukup tinggi dan memiliki manfaat buat kesehatan. Kandungan vitamin A, B, dan C, mineral, magnesium, kalium, mangan dan silika mampu merawat kulit, melancarkan pencernaan dan mengobati diabetes. Selain itu, adanya kandungan asam malonat yang berfungsi mengurangi berat badan dan kandungan kukurbitasin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit hepatitis.

  1. Pisang Ambon 

    Betulkan wanita lajang tidak boleh memakan pisang ambon? Alasan ilmiah yang dikutip dari republika menurut pakar gizi Prof Ir Ahmad Sulaeman MS PhD, penjelasan ilmiah menyatakan bahwa kandungan pisang ambon memang dapat membuat libido tinggi sehingga konsumsi terlalu banyak tidak disarankan untuk wanita yang masih lajang ya. Akan tetapi, tidak ada hubungan sama sekali dengan pemicu keputihan lho.

  2. Minuman bersoda 

    Kandungan gula berlebih yang terdapat di dalam minuman soda memang benar dapat memicu timbulnya pertumbuhan ragi dan jamur. Jamur jenis candida albicans adalah salah satu jenis mikroorganisme yang dapat memicu keputihan, hal itu didukung oleh pernyataan dari The Departement of Health And Human Service di Amerika Serikat.

  3. Buah yang dikeringkan

Buah yang dikeringkan mengandung kadar gula fruktosa yang tinggi hal ini menyebabkan perkembangan jamur yang tidak terkendali. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadinya perkembangan jamur di area kewanitaan sehingga memicu keputihan. Jadi buah kering memang benar bisa membuat keputihan pada wanita.

  1. Keju

Makanan yang dihasilkan dari hasil fermentasi diduga memicu kemunculan jamur dan dapat terinfeksi sehingga menyebabkan keputihan bila dikonsumsi berlebihan. Sama hal nya seperti makan makanan fermentasi lain seperti keju, pasta tomat dan cabai. Disarankan bagi Anda kaum wanita, untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung ragi ya.

  1. Terong

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat yang mengatakan bahwa terong memicu seseorang terkena keputihan, benarkah seperti itu? Faktanya malah berbanding terbalik, terong dengan kandungan Phycocynanin bahkan menyehatkan. Beraneka ragam penyakit dpaat dicegah dengan mengkonsumsi terung, seperti Alzheimer, Parkinson dan Huntington. Selain itu kandungan resveratrol mampu mencegah penyakit jantung.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, dr Yusrawati, SpOG (K) menegaskan bahwa penyebab keputihan sebenarnya bukanlah faktor makanan akan tetapi infeksi dari bakteri, jamur, parasit dan virus. Makanan hanya faktor pencetus yang dapat meningkatkan resiko keputihan lebih besar. So ladies, selalu jaga kebersihan daerah V Anda ya.

 

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Salad Dressing Mana yang Menyehatkan Ya?

  • Jangan Langsung Percaya Mitos Kehamilan, Cari Tahu Dulu Faktanya

  • Donor Darah Pertama Kali? Yuk Simak Dulu Artikel di Bawah Ini!

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan