Tips Kesehatan

Kamis, 10 Januari 2019

Memahami Ciri-ciri Midlife Crisis yang Terjadi Pada Pria

Sumber : menshealth.com, halosehat.com

Masa pubertas atau masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa pasti akan dialami oleh setiap orang; baik lelaki atau wanita. Saat wanita mengalami puber, biasanya kelenjar mamae atau kelenjar susu akan mulai membesar, terjadinya menstruasi untuk pertama kali dan tumbuh bulu di beberapa bagian tubuhnya. Bagi pria, puber ditandai dengan pertumbuhan bulu, muncul jakun di leher, sura mulai besar dan pecah.

Tampak sekilas ada banyak perubahan pada masa puber pria dan wanita, tapi yang pasti masa puber adalah masa di mana mulai menyukai lawan jenis.

Nah bagi wanita, puber hanya akan terjadi sekali. Tapi bagi para pria, puber akan terjadi dua kali. Lalu apa yang dimaksud puber kedua? Puber kedua atau secara psikologi disebut midlife crisis, biasanya akan dialami pria saat memasuki usia 40 tahun ke atas.

Pada periode tersebut seorang pria biasanya telah memasuki masa dewasa dengan tingkat kematangan dan kemapanan hidup yang stabil. Pada usia 40 tahun ke atas, umumnya pria telah hidup dengan kondisi keuangan yang sudah stabil, serta jenjang karir, dan kehidupan keluarga yang mapan.

Nah, ketika semua aspek kehidupan sudah cukup stabil, biasanya akan muncul kejenuhan. Ketika kejenuhan sudah dirasakan, banyak pria yang mulai bertingkah. Para pria ini seolah ingin membuktikan bahwa dirinya masih sama hebatnya seperti ketika remaja.

Kebanyakan pria ingin menolak kenyataan bahwa dirinya sudah mulai tua. Mereka berusaha membuktikan bahwa performa dan penampilannya masih sama baiknya dengan saat mereka masih remaja. Fase pembuktian diri itulah yang kerap disebut sebagai puber kedua atau midlife crisis.

Masalahnya, dalam masa puber kedua tidak jarang seorang pria melampiaskannya pada hal-hal negatif seperti mencari sensasi seksual, atau tantangan lain sebagaimana pernah dirasakan semasa muda.

Tentu hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dalam rumah tangga. Nah anda yang mencurigai pasangan tengah mengalami puber kedua, simak ciri-cirinya, berikut solusinya di bawah ini:

  • Dia mengatakan hidupnya membosankan

Dia yang tadinya terlihat bersemangat dan ceria, tiba-tiba terlihat tidak bahagia, gelisah dan apatis. Tiba-tiba dia terlihat sering melamun dengan khayalan yang Anda tidak tahu.  Bahkan dia mengatakan bahwa hidupnya membosankan.

Apa yang harus Anda lakukan? Jangan terjebak emosi ya. Jangan menginterogasinya dengan pertanyaan yang menyulut emosi. Cobalah menjadi pendengar yang baik untuk segala keluh kesahnya. Biarkan ia menumpahkan perasaannya. Setelah itu ajak ia mengatasi kejenuhan. Tawarkan second honeymoon padanya. Tapi jika ia tidak tertarik, tak perlu memaksa. Tunggu hingga mood-nya membaik.

  • Dia punya affair

Laki-laki memang membutuhkan perhatian lebih. Dalam keadaan seperti ini mereka rentan sekali terlibat affair atau hubungan gelap dengan wanita lain.  Bagaimana Anda mencegahnya?

Anda bisa mencegahnya dengan memperlakukannya secara istimewa dan memberinya perhatian lebih; misalnya dengan memberinya suplemen Tara Vitamin dan Mineral dan katakana padanya bahwa Anda sangat peduli dengan kesehatannya. Ingat, laki-laki kadang berselingkuh seringkali bukan karena perempuan lain lebih cantik, tapi karena si ‘pasangan baru’ bisa memperlakukannya dengan istimewa.

  • Dia membuat keputusan yang tidak logis

Tiba-tiba saja ia memaksakan diri membeli mobil mewah. Padahal saat itu kondisi keuangan sedang tidak begitu baik. Mengapa ia menjadi sangat tidak logis?

Anda tidak dapat mengubah atau memperbaikinya. Anda hanya perlu mengambil jarak dan membiarkannya menemukan sendiri apa yang ia cari. Bersabarlah dan pahamilah kondisinya. Pelan-pelan bukalah komunikasi dengannya. Bicarakan dengan bijak  mengenai keputusannya tersebut.

  • Dia berubah genit

Hal ini merupakan ciri yang paling terlihat. Dia menjadi hobi pakai minyak wangi, beli baju baru dan rajin mengecat rambutnya yang mungkin sudah mulai beruban. Dia seakan ingin selalu terlihat muda.

Sesungguhnya hal itu terjadi karena dia mulai tak nyaman dengan kondisinya. Anda tidak perlu mengkritik dan mengeluarkan kalimat-kalimat pedas. Tingkatkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa Anda mencintainya apa adanya apapun kondisinya dan yakinkan dia bahwa dia selalu tampan di usia berapapun juga.

  • Semakin jarang di rumah

Dia merasa lebih bahagia berkumpul dengan teman-temannya dibanding dengan keluarga. Selalu ada alasan untuk meet up dengan temannya. Reuni, ulang tahun teman atau sekedar nongkrong di kafe menjadi alasannya bertemu teman.

Meski menyebalkan tapi tak perlu emosi. Nikmati saja hidup Anda. Jika dia bisa bersenang-senang dengan temannya. Anda pun bisa berkumpul bersama sahabat. Bukan balas dendam, tapi dalam rangka memberinya waktu dan ruang pribadi sampai dia berhasil menyelesaikan persoalannya. Percayalah, jika Anda bersikap tenang, dia akan kembali pada Anda.

  • Terlihat depresi jika berada di rumah

Jika berada di rumah dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk tidur atau melamun. Dia tidak semangat beraktivitas, termasuk bercinta. Nafsu makannya pun menurun dan sering mengeluh sakit kepala.

Jika pasangan Anda menunjukan gejala seperti ini, anda bisa mengajaknya ke terapis, psikolog atau mungkin ke penasihat spiritual. Jika dia tidak bersedia, Anda bisa datang seorang diri dan menceritakan keadaannya, mintalah pendapat tentang treatment terbaik.

Nah, bagaimana dengan pasangan Anda? Apakah menunjukkan gejala midllife crisis atau puber kedua?

Selalu sediakan cinta yang besar dan kebutuhan suami agar selalu merasa diperhatikan dan dicintai oleh Anda. Salah satu cara untuk mendapatkan kembali cinta pasangan Anda yaitu dengan bersikap bijak dan bersabar. Tetap cintai dia seperti dulu. Dan yakin semua akan kembali normal. Selain itu beri si dia Supervira yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi suami dari dalam, sehingga vitalitas dan staminanya senantiasa terjaga baik. Bila si dia merasa dicintai dan diperhatikan dengan sepenuh hati, yakin deh tidak akan ada ‘orang kedua.’

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Kapan ya Bayi Mulai Mengenal Rasa?

  • Bahaya Ikan Asin Bila Dikonsumsi Terlalu Sering

  • Penyebab Rambut Lebih Rontok di Awal Kehamilan

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan