Tips Kesehatan

Sabtu, 11 April 2026

ISOMALT PEMANIS MUSUH BAKTERI

Sumber : Tara News 201

Sudah rajin sikat gigi, tapi masih saja merasa nafas kurang segar?

Memang ini merupakan permasalahan hampir 80% penduduk di dunia. Sebenarnya, penyebabnya bukan hanya soal kebersihan gigi, tetapi juga karena adanya aktivitas bakteri yang hidup di dalam mulut kita. Mulut manusia adalah rumah bagi jutaan bakteri. Sebagian besar dari mereka tidak berbahaya, namun ada juga bakteri nakal yang memanfaatkan sisa-sisa makanan yang “nyelip” di sela-sela gigi kita untuk berkembang biak.

Karena secara harafiah, bakteri sangat membutuhkan makanan untuk berkembang. Ketika bakteri mendapatkan asupan makanan, terutama dari makanan yang banyak mengandung gula dan karbohidrat, mereka akan memecahnya dan menghasilkan berbagai zat sisa yang membuat bau mulut tidak sedap.

Selain sisa-sisa makanan, kondisi di dalam mulut juga sangat mempengaruhi aktivitas dan pertumbuhan bakteri. Air liur menjadi salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan mulut, dengan cara membilas
sisa makanan, menetralkan asam, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Ketika produksi air liur menurun, maka bakteri akan mudah berkembang biak dan memproduksi senyawa penyebab bau mulut.

Pertanyaannya, bagaimana jika bakteri tidak mendapatkan makanan yang mereka sukai?
Makanan/minuman yang mengandung gula adalah kesukaan bagi bakteri. Solusinya adalah, kita harus mengurangi mengonsumsi makanan/minuman tersebut sehingga bakteri tidak dapat memecah gula dan aktivitasnya akan menurun.
Seiring berkembangnya jaman dan ilmu pengetahuan, beberapa peneliti menemukan bahwa ada jenis pemanis tertentu yang rasanya tetap manis, tapi tidak dapat dimanfaatkan oleh bakteri sebagai sumber makanan, nama pemanis tersebut adalah Isomalt.

Isomalt merupakan pemanis yang termasuk ke dalam kelompok poliol (memiliki banyak gugus hidroksil (-OH)) .
Senyawa ini memiliki tekstur dan karakteristik yang berbeda dari gula biasa, maka Isomalt tidak mudah difermentasikan oleh bakteri, sehingga pembentukan asam dan senyawa penyebab bau dapat berkurang secara signifikan.
Selain itu, Isomalt juga memberikan keuntungan bagi kesehatan gigi. Ketika bakteri tidak menghasilkan asam, maka risiko kerusakan enamel gigi akan berkurang.

Menjaga kesehatan mulut bukan hanya membatasi makanan/minuman yang berpotensi merusak gigi dan meningkatkan jumlah bakteri dalam mulut, melainkan dengan rutin menyikat gigi.
Pilihlah bahan pasta gigi yang ramah bagi kesehatan mulut. Pemahaman penggunaan Isomalt sebagai bahan dasar pasta gigi menjadi salah satu contoh bagaimana kita turut menjaga kebersihan mulut kita.


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • ISOMALT PEMANIS MUSUH BAKTERI

  • 2 GARIS MERAH DALAM KESEIMBANGAN HORMON

  • Wangi Terus & Terbebas dari Bakteri

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan