Tips Kesehatan

Selasa, 13 Februari 2018

Carpal Tunnel Syndrome; Penyakit yang Mengintai Netizen

Sumber : www.medicinenet.com, www.doktersehat.com, www.mayoclinic.org

Di zaman serba digital seperti sekarang, pastinya media internet amat digemari oleh sebagian besar masyarakat terutama di perkotaan. Tumbuhnya pengguna internet alias netizen seperti menjamur dimana-mana; baik itu sebagai penulis/blogger, youtuber, pemain game online, pemilik online shop, dan lain sebagainya. Namun pasti sebagian besar dari Anda para netizen belum menyadari ada penyakit yang mengancam kesehatan persendian, terutama di daerah pergelangan tangan. Penyakit tersebut disebut dengan nama masalah CTS atau Carpal Tunnel Syndrome.

Pakar kesehatan menyebut tulang karpal dan metacarpal sebagai sekumpulan tulang yang membentuk jari dan pergelangan tangan kita. Pada tulang karpal ini, terdapat lorong-lorong berukuran sempit yang disebut sebagai carpal tunnel yang berisi saraf median. Carpal tunnel syndrome atau CTS (sindrom terowongan/lorong karpal) adalah kondisi yang menyebabkan jari tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Bagian yang paling sering terpengaruh adalah jempol, jari tengah, dan telunjuk.

Selain sensasi rasa kesemutan, mati rasa atau kebas, dan rasa sakit  pada tiga jari tangan (ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah), berikut ini adalah beberapa gejala lain yang mungkin terjadi.

  • Ibu jari melemah.
  • Muncul rasa seperti tertusuk pada jari tangan.
  • Muncul rasa sakit yang menjalar ke tangan atau lengan.

Masalah CTS sendiri disebabkan oleh adanya tekanan pada saraf median yang menyebabkan sensasi seperti mati rasa, melemah, hingga kesemutan. Dalam banyak kasus, rasa sakit ini bahkan bisa menjalar hingga lengan.

Penyebab dari terjadinya CTS ini adalah gerakan pada pergelangan tangan yang terjadi berulang kali seperti mengetik atau penggunaan gadget dengan berlebihan. Selain itu, kondisi kesehatan lain yang lebih serius juga bisa menyebabkan masalah kesehatan ini seperti obesitas, hipotiroid, rheumatoid arthritis, diabetes, atau bahkan kondisi kehamilan.

Diagnosis terhadap CTS bisa dilakukan oleh dokter secara langsung dengan pemeriksaan fisik pada tangan dan pergelangan, serta mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan gejala yang Anda alami.

Dokter  biasanya akan melakukan penekanan lembut pada daerah saraf medianus di pergelangan tangan. Selain itu, dokter mungkin akan meminta anda untuk mengangkat pergelangan tangan sampai di atas kepala, dengan posisi pergelangan tangan tertekuk ke dalam (fleksi).  Penderita CTS biasanya akan merasa mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada saat dokter melakukan pemeriksaan ini.

Gejala CTS yang ringan dan sedang bisa ditangani dengan cara membalut pergelangan dengan papan kecil. Pembalutan tangan ini bertujuan untuk meminimalisir gerakan yang dapat memicu penekanan saraf medianus, terutama gerakan menekuk pergelangan tangan ke arah dalam. Saat tangan mulai mengalami gejala CTS, pakar kesehatan menyarankan tangan kita untuk beristirahat sementara waktu. Jangan gunakan tangan untuk mengetik, menulis, atau memakai gadget. Hanya saja, jika pekerjaan utama kita adalah menulis, cobalah untuk menata waktu agar bisa memberikan kesempatan bagi tangan untuk beristirahat lebih lama sehingga kondisinya akan semakin membaik.

Jika Anda sering mengetik, cobalah untuk selalu menulis dengan posisi pergelangan tangan yang lurus dengan keyboard dan tidak menekuk demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini. Selain itu, jangan memaksakan diri jika tangan sudah mulai lelah sehingga bisa beristirahat dengan baik. Lengkapi juga diet harian Anda dengan suplemen yang mengandung komponen utama glucosamine, chondroitine, MSM, dan shark cartilage yang membantu menjaga kesehatan persendian Anda.

 


Share this Article:
Tips Kesehatan Terkait
  • Berada di Kondisi Blue Mind dengan Melakukan Kegiatan Air

  • Yuk Bantu Kurangi Tingkat Polusi Udara di Kota Jakarta!

  • Tips Sehat untuk Kamu yang Tinggal di Kota

Komentar

0 komentar


Cari Tips Kesehatan