Senin, 10 Agustus 2026
Dibalik kesehatan jantung, ada kesehatan otak yang juga didukung oleh nutrisi yang sama
Selama bertahun-tahun, Omega-3 dikenal sebagai ‘sahabat jantung’ karena dapat menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, dengan menjaga kadar trigliserida tetap normal dan mendukung fungsi pembuluh darah agar sirkulasi darah tetap lancar.
Namun, manfaat Omega-3 ternyata tidak berhenti di jantung saja. Dibalik jantung yang sehat, ada otak yang turut bergantung pada nutrisi ini. Sebagai pusat kendali tubuh, otak memerlukan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup agar dapat berfungsi dengan optimal. Di sinilah EPA dan DHA berperan.
DHA (Docosahexaenoic Acid)
DHA merupakan komponen penting penyusun sel saraf di otak. DHA membantu menjaga struktur dan elastisitas sel sehingga proses penghantaran sinyal antar sel dapat berlangsung dengan efektif. DHA juga berpengaruh langsung terhadap fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan belajar, konsentrasi, dan ketajaman berpikir.
EPA (Eicosapentaenoic Acid)
EPA berperan dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular dan sebagai pendamping penting bagi DHA. EPA membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi menuju otak tetap optimal. Selain itu, EPA juga memiliki aktivitas antiinflamasi yang membantu menjaga sel saraf tetap sehat.
Hubungan antara jantung dan otak memang tidak bisa dipisahkan. Jantung bekerja tanpa henti setiap hari, memastikan agar suplai darah ke otak berjalan lancar, dengan begitu otak akan mendapatkan asupan oksigen untuk dapat bekerja dengan optimal. Maka dengan kita memastikan asupan DHA dan EPA untuk jantung terpenuhi dengan baik, kita juga turut membantu memenuhi kebutuhan nutrisi otak agar dapat berfungsi secara optimal.
0 komentar